Guna memastikan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) Tahun Pelajaran 2025/2026 berjalan berkualitas dan terukur, MAN 2 Indramayu memperkuat kesiapan guru melalui sosialisasi teknis penyusunan dan pengunggahan perangkat asesmen berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (20/5/2026) di ruang guru dan diikuti seluruh guru mata pelajaran.
Sosialisasi menjadi langkah awal untuk menyamakan pemahaman sekaligus memastikan perangkat asesmen disusun sesuai standar mutu pembelajaran dan kebutuhan evaluasi peserta didik.
Dalam kegiatan tersebut, panitia membagikan akun kepada seluruh guru mata pelajaran yang digunakan untuk mengakses aplikasi ujian. Melalui sistem tersebut, guru melakukan penyusunan, pengunggahan kisi-kisi, serta pengelolaan soal secara terintegrasi.
Selain pengenalan aplikasi, guru juga mendapatkan pendampingan terkait penyusunan kisi-kisi, standar kualitas soal, serta prosedur teknis pengunggahan agar seluruh perangkat asesmen tersusun lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik.
Kepala MAN 2 Indramayu, Drs. H. Amir Fuad Khozin, M.Si., menegaskan bahwa kualitas asesmen dimulai dari kualitas persiapannya.
“Pelaksanaan asesmen yang baik tidak dimulai saat ujian berlangsung, tetapi sejak perangkatnya disusun. Karena itu, guru perlu memiliki pemahaman yang sama agar instrumen yang dibuat benar-benar mampu mengukur capaian belajar peserta didik secara objektif dan berkualitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari transformasi layanan pendidikan yang terus dikembangkan di lingkungan madrasah.
Ketua Panitia ASAT 2026, Rustaman, S.Pd., menjelaskan bahwa penggunaan aplikasi bertujuan meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas proses pengelolaan asesmen.
“Melalui sistem yang terintegrasi, proses penyusunan dan pengumpulan perangkat asesmen menjadi lebih tertata, mudah dipantau, dan meminimalkan kendala administrasi. Harapannya, guru dapat lebih fokus pada kualitas instrumen yang dibuat,” jelasnya.
Guru mata pelajaran Ekonomi, Mujiroh, M.Pd., mengaku kegiatan tersebut membantu guru memahami proses teknis secara lebih menyeluruh.
“Sosialisasi ini memberikan panduan yang jelas sehingga guru lebih siap dalam menyusun kisi-kisi dan soal. Dengan persiapan yang baik, pelaksanaan asesmen juga akan lebih optimal,” tuturnya.
Melalui penguatan kapasitas guru dan pemanfaatan teknologi digital, MAN 2 Indramayu menegaskan komitmennya menghadirkan pelaksanaan asesmen yang profesional, adaptif, dan mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah.

Beri Komentar